Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Pasien Hipertensi Sekunder

hipertensi sekunder - alodokter

sumber gambar: alodokter.com

Kali ini kita akan membahas topik hipertensi, yang mana kita semua tahu bahwa penyakit ini terbagi menjadi dua yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Pada kesempatan ini kita akan membahas lengkap mengenai hipertensi sekunder. Pengertian dari hipertensi sekunder adalah suatu keadaan di mana terjadinya tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh adanya penyakit tertentu. Berbeda lagi dengan hipertensi primer yang umumnya tidak diketahui penyebabnya. Survei yang dikutip pada sumber sehatq.com menjelaskan bahwa 5 – 10% dari pasien hipertensi merupakan penderita hipertensi sekunder.

Penyebab hipertensi sekunder adalah beragam, diantaranya terjadi gangguan di dalam organ ginjal, jantung, feokromositoma, diabetes, kelenjar adrenal, pembuluh darah, atau sistem kelenjar endokrin. 

  • Feokromositoma

Dilansir dari laman internet halodoc.com, feokromositoma merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya tumor pada kelenjar adrenal. Meskipun ini jarang terjadi ternyata dapat memicu peningkatan produksi hormon noradrenalin dan adrenalin. Masalah ini akan menyebabkan peningkatan tekanan darah di dalam tubuh, baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.

  • Gangguan Kelenjar Adrenal

Penyebab hipertensi sekunder adalah adanya masalah pada kelenjar adrenal. Awalnya kelenjar adrenal bertugas untuk memproduksi hormon yang membantu dalam pengendalian tekanan darah. Namun ketika terjadi gangguan, hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal akan berlebihan. Akibatnya tekanan darah dapat meningkat pada saat itu. Sindrom yang terjadi akibat masalah pada kelenjar adrenal antara lain Pheochromocytoma, Conn syndrom, dan Cushing syndrom.

  • Gangguan Kesehatan

Adanya penyakit ini merupakan dampak dari munculnya beberapa gangguan kesehatan, misalnya Sleep apnea, penyakit kelenjar tiroid dan paratiroid, dan koarktasio aorta. Anda juga harus berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan, antara lain obat pil KB, antiinflamasi nonsteroid, atau antidepresan. Sebab beberapa obat juga akan memicu terjadinya peningkatan tekanan darah sekunder. Begitu juga bagi anda yang mengalami obesitas seharusnya waspada dan mulailah berolahraga.

  • Penyakit Diabetes

Diabetes dapat terjadi akibat komplikasi ginjal (nefropati diabetik). Adanya diabetes dapat mengganggu kinerja ginjal untuk proses filtrasi. Akibatnya akan berdampak pada tekanan darah yang meningkat.

  • Penyakit Ginjal

Organ ginjal memiliki peran dalam proses produksi hormon renin yang berfungsi untuk mengontrol tekanan darah. Jika anda menderita penyakit ginjal maka otomatis produksi renin akan terganggu sehingga tekanan darah dalam tubuh dapat meningkat akibat tidak dikontrol. Adapun jenis penyakit ginjal yang mampu menimbulkan penyakit ini sesuai kutipan sumber alodokter.com ialah penyakit glomerulonefritis dan ginjal polikistik.

Pengobatan yang dilakukan untuk menyembuhkan hipertensi sekunder adalah berbeda dari hipertensi primer. Mengobatinya tidak hanya sekedar memberikan obat antihipertensi dan mengubah gaya hidup penderita. Namun pasien harus sembuh terlebih dahulu dari penyebab munculnya penyakit ini. Contohnya jika hipertensi disebabkan oleh adanya tumor maka lakukan operasi terlebih dahulu untuk menyembuhkannya. Adapun obat antihipertensi yang dapat anda konsumsi tidaklah sembarangan. Anda dapat meminum obat di bawah ini.

  • Diuretik, contohnya furosemide dan thiazide.
  • ACE inhibitor, contohnya lisinopril dan captopril.
  • Obat penghambat renin, contohnya carvedilol dan atenolol.
  • Obat penghambat beta, contohnya aliskiren.
  • Obat antagonis kalsium, contohnya amlodipin.
  • ARB, contohnya valsartan dan candesartan.

Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini beragam. Penyakit tersebut akan timbul jika tekanan darah melebihi 180/120 mmHg dan penderita tidak mengalami obesitas. Usia penderita antara sebelum 30 tahun atau setelah berusia 55 tahun dan bukan termasuk penyakit turunan. Selain itu, hipertensi ini tidak akan sembuh jika hanya mengonsumsi 1 – 2 obat antihipertensi (resisten) artinya saat ini obat tidak akan bekerja sesuai fungsinya. Apabila anda mengalami gejala tersebut segeralah datang ke dokter ahli atau rumah sakit. Dokter akan memberikan intruksi mengenai berapa kali pemeriksaan tekanan darah dan kapan saja waktunya yang tepat untuk dilakukan. Agar dokter dapat bertindak cepat sebelum penyakit menjalar ke komplikasi lain. Rangkaian pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter biasanya adalah USG, elektrokardiogram (EKG), tes urin dan tes darah.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*